Pasar valuta asing
Dari Wikipedia bahasa Indonesia,
ensiklopedia bebas
Pasar valuta
asing (bahasa Inggris: foreign exchange market,
forex) atau disingkat valas merupakan suatu jenis perdagangan
atau transaksi yang memperdagangkan mata uang suatu negara terhadap mata uang negara
lainnya (pasangan mata uang/pair) yang melibatkan pasar-pasar uang utama
di dunia selama 24 jam secara berkesinambungan.
Pergerakan
pasar valuta asing berputar mulai dari pasar Selandia Baru dan Australia yang berlangsung pukul 05.00–14.00
WIB, terus ke pasar Asia yaitu Jepang, Singapura, dan Hongkong yang berlangsung pukul 07.00–16.00 WIB,
ke pasar Eropa yaitu Jerman dan Inggris yang berlangsung
pukul 13.00–22.00 WIB, sampai ke pasar Amerika Serikat yang berlangsung pukul
20.30–10.30 WIB. Dalam perkembangan sejarahnya, bank sentral milik
negara-negara dengan cadangan mata uang asing yang terbesar sekalipun dapat
dikalahkan oleh kekuatan pasar valuta asing yang bebas.
Menurut survei
BIS (Bank International for Settlement, bank sentral dunia), yang dilakukan
pada akhir tahun 2004, nilai transaksi pasar valuta asing mencapai
lebih dari USD$1,4 triliun per harinya.
Mengingat
tingkat likuiditas dan percepatan pergerakan harga yang
tinggi tersebut, valuta asing juga telah menjadi alternatif yang paling populer
karena ROI (return on investment atau tingkat pengembalian investasi)
serta laba yang akan didapat bisa melebihi rata-rata perdagangan pada umumnya.
Akibat pergerakan yang cepat tersebut, maka pasar valuta asing juga memiliki
risiko yang tinggi.
Daftar isi
- 1 Kapitalisasi dan likuiditas pasar
- 2 Karakteristik perdagangan valuta asing
- 3 Proses transaksi
- 4 Transaksi dua arah
- 5 Pemain pasar valuta asing
- 5.1 Bank
- 5.2 Dunia usaha
- 5.3 Bank sentral
- 5.4 Perusahaan manajemen investasi
- 5.5 Hedge funds
- 5.6 Pialang valuta asing
- 6 Catatan kaki
- 7 Lihat pula
Kapitalisasi dan likuiditas pasar
Pasar valuta
asing adalah suatu pasar yang unik karena:
·
volume perdagangannya
·
banyaknya serta variasi dari pedagang di pasar valuta
asing
·
jangka waktu perdagangannya yang 24 jam sehari (kecuali
akhir pekan)
·
aneka ragam faktor yang memengaruhi nilai tukar mata uang
Menurut BIS,
rata-rata perputaran pasar valuta asing dunia per hari diestimasikan bernilai
$3,21 trilliun, yang terbagi atas:
·
$1005 milliar di transaksi spot
·
$362 milliar di pasar kontrak serah(forward contract)
·
$1714 milliar di pasar swap
·
$129 milliar diestimasikan sebagai selisih pelaporan
Sebagai
tambahan di luar perputaran "tradisional" ini, sebesar $2,1 trilliun
diperdagangkan di pasar derivatif.
Kontrak berjangka valuta asing yang diperkenalkan pada
tahun 1972 pada Chicago Mercantile Exchange tumbuh secara cepat
dalam beberapa tahun belakangan ini tetapi volumenya masih hanya sebesar 7%
dari total volume perdagangan pasar valuta asing.[1]
Menurut data International Financial Services,London (IFSL),
secara keseluruhan perputaran harian pasar tradisional valuta asing rata-rata
mencapai total nilai 2,7 billiun US dollar pada April 2006. Estimasi tersebut berdasarkan data
tengah tahun dari Komite Bursa Valuta Asing (Foreign Exchange Committee)
di London, New York, Tokyo and Singapura [2]
Pada
perdagangan valuta asing secara langsung (OTC,
pialang dan pedagang melakukan negosiasi secara langsung tanpa melalui bursa
atau kliring. Pusat perdagangan terbesar secara geografis berada di London,
Inggris, dimana menurut data IFSL diperkirakan telah meningkat kontribusinya
dari 31,3% pada April 2004 menjadi 32,4% pada April 2006
Karakteristik perdagangan valuta asing
Tidak ada suatu
keseragaman dalam pasar valuta asing. Dengan adanya transaksi di luar bursa
perdagangan (over the counter)[3] sebagai pasar tradisional dari
perdagangan valuta asing, banyak sekali pasar valuta asing yang saling
berhubungan satu sama lainnya dimana mata uang yang berbeda diperdagangkan,
sehingga secara tidak langsung artinya bahwa "tidak ada kurs tunggal mata
uang dollar melainkan kurs yang berbeda-beda tergantung pada bank mana atau
pelaku pasar mana yang bertransaksi". Namun dalam prakteknya perbedaan
tersebut seringkali sangat tipis.
|
6
Peringkat Teratas Mata Uang Yang Diperdagangkan
|
|||
|
Peringkat
|
Mata uang
|
ISO 4217 Kode
|
Simbol
|
|
1
|
$
|
||
|
2
|
€
|
||
|
3
|
¥
|
||
|
4
|
£
|
||
|
5
|
-
|
||
|
6
|
$
|
||
Pusat
perdagangan utama adalah di London, New York, Tokyo dan Singapura namun bank-bank diseluruh dunia
menjadi pesertanya. Perdagangan valuta asing terjadi sepanjang hari. Apabila
pasar Asia berakhir maka pasar Eropa
mulai dibuka dan pada saat pasar Eropa berakhir maka pasar Amerika dimulai dan
kembali lagi ke pasar Asia, terkecuali di akhir pekan.
Sangat sedikit
atau bahkan tidak ada "perdagangan orang dalam" atau informasi
"orang dalam" (Insider trading) [4] yang terjadi dalam pasar valuta asing.
Fluktuasi kurs nilai tukar mata uang biasanya disebabkan oleh gejolak aktual
moneter sebagaimana juga halnya dengan ekspektasi pasar terhadap gejolak
moneter yang disebabkan oleh perubahan dalam pertumbuhan Produk Domestik Bruto
(PDB/GDP), inflasi, suku bunga, rancangan anggaran dan defisit perdagangan atau
surplus perdagangan, penggabungan dan akuisisi serta kondisi makro ekonomi lainnya. Berita utama selalu
dipublikasikan untuk umum, sehingga banyak orang dapat mengakses berita
tersebut pada saat yang bersamaan. Namun bank yang besar memiliki nilai lebih
yang penting yaitu mereka dapat melihat arus pergerakan "pesanan"
mata uang dari nasabahnya.
Mata uang
diperdagangkan satu sama lainnya dan setiap pasangan mata uang merupakan suatu
produk tersendiri seperti misalnya EUR/USD, USD/JPY, GBP/USD dan lain-lain.
Faktor pada salah satu mata uang misalnya USD akan memengaruhi nilai pasar pada
USD/JPY dan GBP/USD, ini adalah merupakan korelasi antara USD/JPY dan GBP/USD.
Pada pasar spot,
menurut penelitian yang dilakukan oleh Bank for Internasional Settlement
(BIS)[5] , produk yang paling sering
diperdagangkan adalah
·
EUR/USD - 28 %
·
USD/JPY - 18 %
·
GBP/USD (also called sterling or cable) -
14 %
dan mata uang
US dollar "terlibat" dalam 89% dari transaksi yang dilakukan,
kemudian diikuti oleh mata uang Euro (37%), Yen (20%) dan Pound Sterling (17%).
Walaupun
perdagangan dalam mata uang Euro meningkat secara cepat sejak mata uang
tersebut diterbitkan pada January 1999 1999, US dollar masih mendominasi pasar
valuta asing. Sebagai contoh misalnya dalam perdagangan antara Euro dan mata
uang non Eropa (XXX), biasanya selalu melibatkan dua jenis perdagangan yaitu
EUR/USD dan USD/XXX, pengecualiannya hanya pada perdagangan EUR/JPY yang
merupakan pasangan mata uang yang secara tetap diperdagangkan di pasar spot
antar bank.
Proses transaksi
Di bursa valas
(valuta asing) ini orang dapat membeli ataupun menjual mata uang yang
diperdagangkan. Secara obyektif adalah untuk mendapatkan profit atau keuntungan
dari posisi transaksi yang anda lakukan. Di Bursa valas dikenal istilah Lot dan
Pip. 1 Lot nilainya adalah $100.000 dan 1 pip nilainya adalah $10. Sedangkan
nilai dolar di bursa valas berbeda dengan nilai dolar yang kita kenal di
bank-bank. Nilai dolar di bursa valas sangat bervariasi, 6000/8000 dan 10.000 rupiah.
Transaksi dua arah
Transaksi di
valuta asing dapat dilakukan dengan cara dua arah dalam mengambil
keuntungannya. Seseorang dapat membeli dahulu (open buy), lalu ditutup
dengan menjual (sell) ataupun sebaliknya, melakukan penjualan dahulu,
lalu ditutup dengan membeli.
Pemain pasar valuta asing
|
10 Pedagang Valuta Terbesar
% dari volume keseluruhan, Mei 2006
Peringkat
|
Nama
|
% dari volume
|
|
1
|
19.26
|
|
|
2
|
11.86
|
|
|
3
|
10.39
|
|
|
4
|
6.61
|
|
|
5
|
6.43
|
|
|
6
|
5.25
|
|
|
7
|
5.04
|
|
|
8
|
3.97
|
|
|
9
|
3.89
|
|
|
10
|
3.68
|
|
Tidak seperti
halnya pada bursa saham dimana para anggota bursa memiliki akses yang sama
terhadap harga saham, pasar valuta asing terbagi atas beberapa tingkatan akses.
Pada akses
tingkat tertinggi adalah pasar uang antar bank (PUAB) yang terdiri dari perusahaan-perusahaan bank investasi besar.Pada PUAB, selisih antara harga
penawaran/harga jual (ask) dan harga permintaan/harga beli (bid)
adalah sangat tipis sekali bahkan biasanya tidak ada , dan harga ini hanya
berlaku untuk kalangan mereka sendiri yang tidak diketahui oleh pemain valuta
asing di luar kelompok mereka.
Pada akses
tingkat dibawahnya, rentang selisih antara harga jual dan harga beli menjadi
besar tergantung dari volume transaksi.
Apabila seorang
trader[7] dapat menjamin terlaksananya transaksi
valuta asing dalam jumlah besar maka mereka dapat meminta agar selisih nilai
jual dan beli diperkecil yang disebut better spread ( selisih tipis
antara harga jual dan beli).
Level akses
terhadap pasar valuta asing adalah sangat ditentukan oleh ukuran transaksi
valuta yang dilakukan.
Bank-bank peringkat atas menguasai "pasar
uang antar bank (PUAB)" hingga 53% dari seluruh nilai transaksi. Dan
setelah bank-bank peringkat atas tersebut maka peringkat selanjutnya adalah
bank-bank investasi kecil lalu perusahaan-perusahaan multi nasional besar (
yang membutuhkan lindung
nilai atas risiko transaksi
serta membayar para pegawainya diberbagai negara), hedge fund besar [8], dan juga para pedagang eceran yang
menjadi penentu pasar valuta asing.
Menurut Galati
dan Melvin [9] , dana pensiun, perusahaan asuransi, reksadana dan investor institusi adalah
merupakan pemain yang memiliki peran besar dalam pasar keuangan secara umum dan
khususnya pasar valuta asing sejak dekade 2000an.
Bank
Pasar uang
antar bank (PUAB) memenuhi kebutuhan mayoritas dari perputaran uang di dunia
usaha serta kebutuhan dari transaksi para spekulan setiap harinya yang dapat
mencapai nilai triliunan dollar. Beberapa transaksi dilaksanakan untuk dan atas
nama nasabahnya, tetapi sebagian besar adalah untuk kepentingan pemilik bank
ataupun untuk kepentingan bank itu sendiri.
Hingga saat
ini, pialang valuta asing adalah merupakan pelaku perputaran
valuta dalam jumlah yang besar, memfasilitasi perdagangan PUAB dan
mempertemukan penjual dan pembeli untuk "upah"(fee) yang
kecil. Namun saat ini banyak bisnis valuta asing ini yang beralih kepada suatu
sistem elektronis yang lebih efisien seperti misalnya EBS (sekarang dimiliki oleh ICAP), Reuters Dealing 3000 Matching (D2), the Chicago Mercantile Exchange, Bloomberg dan TradeBook(R)
Dunia usaha
Salah satu
pemeran pasar valuta asing ini adalah adanya kebutuhan dari aktivitas
perusahaan dalam melakukan pembayaran harga barang ataupun jasa dalam mata
valuta asing. Kebutuhan mata valuta asing dari suatu perusahaan seringkali
hanya kecil nilainya dibandingkan dengan kebutuhan dari bank dan spekulan dan
perdagangan valuta asing yang dilakukannya seringkali hanya membawa dampak yang
kecil sekali bagi nilai pasaran kurs mata uang. Meskipun demikian arus
perdagangan valuta asing dari perusahaan-perusahaan ini dalam jangka panjangnya
merupakan faktor yang penting bagi arah nilai tukar suatu mata uang. Transaksi
beberapa perusahaan multinasional dapat membawa akibat yang tidak
terduga sewaktu mereka menutup posisi (posisi jual ataupun beli) yang amat
besar sekali dimana transaksi ini tidak diketahui secara luas oleh para pemain
pasar.
Bank sentral
Bank
sentral suatu negara
memegang peran yang amat penting dalam pasar valuta asing. Bank sentral ini
senantiasa berupaya untuk mengendalikan suplai uang, inflasi, dan ataupun suku bunga bahkan
seringkali mereka memiliki suatu target baik resmi maupun tidak resmi terhadap
nilai tukar mata uang negaranya. Seringkali bank sentral ini menggunakan cadangan devisanya untuk menstabilkan pasar.
Dengan
ekspektasi pasar ataupun isu tentang intervensi yang dilakukan oleh bank
sentral belaka telah cukup untuk menstabilkan kurs mata uang setempat, tetapi
intervensi yang agresif dilakukan beberapa kali dalam setiap tahunnya pada
suatu negara yang kurs mata uangnya bergejolak.
Berbagai sumber
dana yang ada di pasaran valuta asing apabila disatukan dapat dengan mudah
"mempermainkan" bank sentral (menarik atau menjual mata uang dalam
jumlah yang sangat besar sekali sehingga bank sentral tidak mampu lagi
melakukan intervensi) dimana skenario ini nampak pada tahun 1992-1993 dimana mekanisme nilai tukar Eropa ( European Exchange Rate Mechanism
- ERM[10])mengalami kejatuhan serta beberapa
kali jatuhnya nilai tukar mata uang di Asia Tenggara.
Perusahaan manajemen investasi
Perusahaan manajemen investasi (yang mana biasanya adalah merupakan
pengelola banyak sekali akun atas nama nasabahnya seperti misalnya dana pensiun dan dana sumbangan yayasan) yang bertransaksi di pasar valuta
asing untuk kebutuhan mata uang asing guna melakukan transaksi pembelian saham
di luar negeri. Transaksi valuta asing bagi mereka adalah bukan merupakan
tujuan investasi utamanya sehingga transaksi yang dilakukannya bukan dengan
tujuan spekulasi ataupun dengan tujuan memperoleh keuntungan sebesar-besarnya.
Hedge funds
Hedge funds [11] [12] ( sebuah perusahaan investasi yang
menjalankan kegiatan usaha transaksi spekulatif untuk mendapatkan keuntungan )
seperti misalnya George
Soros[13] yang reputasinya naik disebabkan oleh
kegiatan spekulasi mata uang yang dilakukannya secara agresif sejak tahun 1990. Ia mengelola dana triliunan US dollar
dan masih bisa meminjam lagi triliunan US dollar dan oleh karenanya mampu
membuat intervensi yang dilakukan oleh bank sentral suatu negara untuk menjaga
nilai tukar mata uangnya menjadi tidak berdaya apabila fundamental ekonomi
tergantung pada "belas kasihan" hedge funds.
Pialang valuta asing
Pialang valuta asing adalah perusahaan yang didirikan
khusus untuk melakukan kegiatan jasa perantara bagi kepentingan nasabahnya di
bidang pasar uang dengan memperoleh imbalan atas jasanya.[14] Menurut CNN, sebuah pialang valuta
asing memiliki volume transaksi antara 25 hingga 50 triliun US dollar
perharinya atau sekitar 2% dari keseluruhan nilai transaksi pasar valuta asing
dan sebagaimana dilaporkan oleh situs Komisi Perdagangan Berjangka (Commodity
Futures Trading Commission - CFTC) [15] bahwa investor pemula dengan mudah
dapat menjadi sasaran penipuan dalam perdagangan valuta asing

Tidak ada komentar:
Posting Komentar